Jumat, 29 April 2011

God's Handwriting

God's handwriting yang dimaksud disini adalah hasil karya besar yang telah ditorehkan oleh manusia untuk mewakili kalam-kalam Tuhan dalam bentuk tulisan.
Di Indonesia khususnya, kita mengenal 3 bentuk tulisan yang berbeda, mungkin lebih, tapi saya coba tuangkan dari 3 bentuk tulisan yang sering saya lihat. Jika diperhatikan tulisan-tulisan itu dari pemikiran saya yang dangkal, saya menemukan filosofi tentang makna yang tersirat di dalamnya.
Ketiga bentuk tulisan itu adalah:

1. Huruf Arab (Hijaiyah).
huruf hijaiyah
Penulisan huruf ini dimulai dari kanan ke kiri, filosofi yang saya gambarkan adalah kanan sebagai kebaikan dan kiri sebagai keburukan, dari kanan ke kiri berarti adanya kebaikan menuju keburukan.
Sebagai gambaran lain, manusia dilahirkan ke dunia dalam keadaan yang bersih, suci, baik, tetapi setelah melampaui beberapa masa hingga manusia "dewasa" (gede wawasan) manusia banyak yang melupakan penciptanya. Hati, jiwa dan pikirannya lebih cenderung mengikuti egonya dan lebih condong ke hal-hal duniawi saja.
Mempelajari huruf arab sama halnya mempelajari tingkah laku kita sehari-hari, yang cenderung ke arah negatif. Kalau awalnya kita baik, kenapa berbuat buruk?


2. Huruf Jawa (Aksara Jawa).
aksara jawa
Bentuk tulisan huruf jawa ditulis mulai dari kiri ke kanan, memiliki arti dari keburukan disitu ada kebaikan. Atau dapat digambarkan, setelah manusia menyadari kesalahannya maka ia berusaha merubah dari  hal yang buruk menuju hal yang lebih baik.
Seperti halnya hikayat yang terkandung pada aksara jawa ini, mungkin bagi orang-orang yang mempelajari aksara ini bisa lebih menjelaskan ketimbang saya menuliskannya disini. Saya mencoba untuk belajar lagi dan mulai menghafal urutan huruf-hurufnya.  Ho-No-Co-Ro-Ko Do-To-So-Wo-Lo Po-Dho-Jo-Yo-Nyo Mo-Go-Bo-Tho-Ngo.  

3. Huruf China (Kanji).
huruf kanji
Selain di China, orang-orang dari China yang ada di Indonesia juga banyak yang masih menggunakan huruf kanji, huruf ini digunakan pula di Jepang sebagai salah satu metode penulisan. Menurut berbagai sejarah semua setuju tulisan ini berasal dari China.
Penulisan huruf kanji mengarah dari atas ke bawah, filosofi yang saya temukan disitu adalah adanya petunjuk dari Tuhan yang turun.
Manusia tidak bisa bertemu Tuhan selama manusia itu tidak berbuat baik terhadap sesama dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya bentuk tulisan yang mengarah dari bawah ke atas. Apabila manusia berbuat baik maka Tuhan-lah yang akan menemui kita.
Ada ungkapan yang pernah saya dengar "tuntutlah ilmu sampai ke negeri china" dan saya mengartikan "belajarlah hingga mendapat petunjuk".

Ketiga bentuk tulisan ini memiliki nilai dan unsur seni yang unik untuk dipelajari, dari situlah hal ini saya anggap merupakan petunjuk dan tanda-tanda di dalam kehidupan ini.

Kebaikan dan keburukan akan selalu ada tapi disitu tetap ada petunjuk di dalamnya, seperti yang tergambar dari ketiga tulisan di atas.

Huruf Arab bisa selalu eksis digunakan dalam penulisan sampai sekarang ini, seperti halnya kebaikan selalu dibayang-bayangi keburukan dapat kita perhatikan dimana-mana dan entah sampai kapan.
Huruf kanji juga masih eksis digunakan sampai sekarang dapat digambarkan adanya petunjuk yang selalu datang kepada siapapun yang dikehendaki Tuhan.
Huruf jawa yang digambarkan dari keburukan menuju kebaikan, tetapi huruf itu sekarang sudah jarang digunakan, seolah terlupakan. Apakah karena kenyataan yang digambarkan pada aksara jawa ini masih sulit untuk diwujudkan?

Demikian penulis menuangkan ini dari hasil obrolan ringan sembari ngopi pahit bersama kawan-kawan. Sekali lagi mohon kritik dan saran. Terima kasih.

Pisangan, April 2011
(hasil obrolan: Trisnoaji, Aca, Lasmono dan Alung).

10 Komentar:

Poskan Komentar

Bagi komentar anda, monggo...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms